Jumat, 13 Juni 2014

FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN (ANALISA KOMPLEKS)

FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN
A. Kekontinuan
            Dalam bahasa yang biasa, kata kontinu digunakan untuk memberikan suatu proses yang berkelanjutan tanpa perubahan yang mendadak. 
     Misal f(z) terdefenisi dan nilai tunggal dalam suatu lingkungan dari z = z0 dan juga pada z = z0 ( yaitu lingkungan dari z0 ).Fungsi f(z) dikatakan kontinu di z = z0.Jika bahwa ini mengakibatkan 3 syarat yang harus dipenuhi agar f(z) kontinu di z = z0 :
1.        harus ada
2.      f(z0) harus ada yang f(z) terdefenisi di z0
3.      e = f(z0)
Jika f(z) kontinu di z0 pernyataan yang setara dengan ini dan yang dianjurkan adalah berbentuk   .
Contoh:
Jika f(z) =  untuk z, maka dan f(z) kontinu di z = i
            Titik dibidang z dimana f(z) tidak kontinu dinamakan  ketakkontinuan dari f(z) dan f(z) dikatakan tak kontinu di titik ini. Jika  ada tetapi sama dengan , maka kita namakan  suatu ketakkontinuan yang dapat dihapuskan karena dengan mendefenisikan kembali . Sama dengan  fungsinya menjadi kontinu.
            Cara lain untuk mrndefenisikan kekontinuan diatas adalah f(z) dikatakan kontinu di z = . Jika untuk setiap e, kita dapat menentukan  sehngga  dinamakan . Perhatikan bahwa ini menyederhanakan defenisi limit dengan f(z) =  dan menghitung batasan  .
            Untuk mengaji kekontinuan f(z) di z = , kita gantikan dengan z = 1/w dan ujilah kekontinuan f(1/w) di w = 0.

B. Kekontinuan Dalam Suatu Daerah
            Suatu fungsi f(z) dikatakan kontinu dalam suatu jika ia kontinu di semua titik pada daerah tersebut.

C. Teorema Pada Kekontinuan
Teorema 1 :
Jika f(z) dan g(z) kontinu di z = z0,maka fungsi f(z) + g(z),f(z) – g(z) ,f(z) g(z) dan  juga kontinu di z0 tetapi yang terakhir ditambah syarat hanya jika g(z0) ≠ 0 hasil yang lama berlaku untuk kekontinuan pada suatu daerah.
Teorema 2 :
Fungsi yang kontinu pada setiap darah berhingga diantaranya adalah
a.       semua suku banyak
b.      ez
c.       din z dan cos z
Teorema 3 :
Jika w = f(z) kontinu di z = z0 dan  kontinu pada  dan jika , maka fungsi w = g[f(z)] yang dinamakan suatu fungsi dari fungsi atau fungsi komposisi kontinu di z = z0.Suatu fungsi dari fungsi kontinu juga dikatakan kontinu.
Teorema 4 :
Jika f(z) kontinu dalam suatu daerah tertutup,maka terbatas pada daerah tersebut ; yaitu terdapat konstanta M sehingga  untuk semua titik z pada daerah tersebut.


Teorema 5 :
Jika f(z) kontinu dalam suatu daerah,maka bagian riil dan khayal dari f(z) kontinu dalam daerah tersebut.

D. Kekontinuan Seragam
Misal f(z) kontinu dalam suatu daerah,maka menurut dafenisinya disetiap titik z0 dari daerah tersebut dan untuk setiap e > 0 ,kita dapat menentukan  ( yang secara umum bergantung pada e dan titik khusus z0 ).Sehingga  bilamana .Jika kita dapat menentukan  yang hanya bergantung dari e tetapi pada titik khusus z0,maka kita mengatakan bahwa f(z) kontinu seragam dalam daerah tersebut.f(z) dikatakan kontinu seragam dalam suatu daerah jika untuk setiap e > 0 kita dapat menentukan
> 0 sehingga bilamana  dimana z1 dan z2 adalah dua titik sembarang pada daerah tersebut.
Teorema :
Jika f(z) kontinu dalam suatu daerah tertutup,maka ia kontinu seragam di daerah tersebut.

E. Barian
Suatu fungsi dengan peubah bilangan bulat positif,yang dinyatakan oleh f(n) atau Un dimana n = 1,2,3,.... dinamakan suatu barisan.Jadi suatu barisan adalah suatu himpunan bilangan U1,U2,U3,...  dalam suatu barisan tertentu yang diatur dan dibentuk melalui suatu aturan tertentu.Setiap bilangan dalam barisan dinamakan suku dan Un dinamakan suku ke-n barisan   U1,U2,U3,... juga disingkat dengan tulisan ( Un ).Barisan tersebut dinamakan berhingga atau tak berhingga sesuai dengan apakah bilangan yang terlibat banyaknya berhingga atau tidak. Dalam hal yang khusus, kita hanya akan mempelajari barisan tak berhingga.


Contoh:
1)      Himpunan bilangan  adalah suatu barisan berhingga:
Suku ke – n ditentukan oleh
2)      Himpunan bilangan adalah barisan tak berhingga:
Suku ke – n nya ditentukan oleh

F. Limit Barisan
Suatu barisan e dinamakan limit suatu barisan tak hingga U1,U2,U3,...  jika untuk setiap bilangan e positif kita dapat menentukan suatu bilangan posotif N yang bergantung pada e sehingga  untuk setiap n > N.Dalam kasus ini kita menuliskan .
Jika limit barisan tersebut ada,mka barisan dinamakan konvergen : dalam hal lain dinamakan divergen.Suatu barisan hanya dapat konvergen ke satu limit,yaitu limit suatu barisan adalah tunggal.
Suatu cara yang lebih intuitif tapi tidak akurat untuk menyatakan konsep limit barisan ini ialah bahwa suatu barisan U1,U2,U3,... memiliki limit jika suku-suku berturutannya ” makin mendekati e ”.Sering digunakan untuk menunjukkan suatu ” taksiran ” dalam menentukkan nilai limitnya,dan sesudah ini digunakan defenisi limit untuk melihat bahwa taksiran tersebut sesungguhnya benar.






G. Teorema Pada Limit Barisan
Jika   dan     maka :

H. Deret Tak Berhingga
Misalkan U1,U2,U3,... adalah suatu barisan. Bentuklah suatu barisan baru S1,S2,S3,... didefenisikan oleh
S1 = U1 ,
 S2 = U1+U2 ,
 S3 = U1+U2+U3 ,
Sn = U1+U2+ ∙∙∙ Un ,
diamana Sn dinamakan jumlah parsial ke-n ,yaitu jumlah suku pertama dari barisan ( Un ).
Barisan S1,S2,S3,... ditulis dengan lambang  U1+U2+U3+ ∙∙∙ = Yang dinamakan suatu deret ak hingga.
Jika  ada,maka deret tersebut dinamakan konvergen dan S adalah jumlahnya,dalam hal ini deret tersebut dinamakan devergen.Suatu syarat perlu agar suatu deret konvergen adalah ;tetapi ini bukan syarat cukup.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar